Limbah RS dalam bentuk jarum suntik memerlukan perlakuan khusus untuk ditangani. Jarum suntik sering kali terkontaminasi oleh cairan infeksi atau materi-materi penyuntikan lainnya. Untuk mencegah agar tak mengontaminasi orang lain yang terkena jarum suntik tersebut, maka diperlukan penanganan limbah yang aman.
Karena itu, organisasi kesehatan dunia (WHO) membuat standar internasional dalam penanganan limbah berbentuk jarum suntik ini.WHO mengeluarkan pedoman mengenai penggunaan jarum suntik yang aman dan pembuangannya.
Berdasarkan pada standar safe injection (injeksi aman) WHO, ada tiga langkah utama dalam menangani limbah jarum suntik. Langkah itu antara lain menggunakan auto disable syringes (satu suntikan untuk satu jarum suntik), safety box (kotak pengaman), dan incineration (pembakaran). Kotak pengaman digunakan untuk mengumpulkan benda tajam agar aman dalam penanganan dan pembuangannya. Setelah itu pembakaran bisa dilakukan bersamaan dengan kotak pengamannya ke dalam insinerator atau tempat pembakaran lainnya.
Ada beberapa syarat untuk kotak pengaman tersebut, berdasarkan standar WHO E10/IC.2. Kotak tersebut dibuat dari bahan khusus yang tak tembus jarum suntik. Bahannya harus ramah lingkungan dan materi daur ulang yang tahan tusukan dan tahan air. Di samping itu, kotak tersebut diharuskan mampu menahan penanganan kasar di lapangan, atau pada saat transit, maupun pada saat penyimpanan sebelum pembakaran.
''Ketebalan materialnya pun harus diperhitungkan supaya mencegah terjadinya tetesan biohazard yang terkontaminasi yang dapat menyebabkan orang lain terinfeksi,'' ujar Arief.
Membuang jarum suntik ke dalam kotak pengaman, lanjutnya, mampu menurunkan tingkat kemungkinan terjadinya infeksi silang. Dengan begitu, langkah ini juga meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup para pekerja di sekitar RS.
Bentuk kotak pengaman terdiri atas wadah tahan air, dinding tahan tusukan, kait penguat yang dapat terbakar habis, pegangan yang kuat, dan lidah penutup yang aman. Di bagian luar wadah tertera logo biohazard dan instruksi penggunaan dan pemasangannya. Kotak ini digunakan di berbagai RS, perusahaan farmasi, klinik, puskesmas, posyandu, laboratorium, ICU/CCU, IGD, kamar operasi, laboratorium hewan, dan lain-lain.




